Tentang MLM yang Masih Disudutkan Sebagai Penipuan

Masih banyak kita dengar bahkan sampai sekarang, orang-orang yang berteriak,menyuarakan bahwa multilevel marketing atau yang sering dikenal dengan MLM ini merupakan bisnis dengan suatu skema tertentu yang berujung pada penipuan. Dari pemikiran tersebutlah akhirnya didapatkan bahwa hampir semua atau kebanyakan dari MLM adalah sama dengan penipuan. Bahkan tak jarang juga pencapan ini berarti investasi merupakan penipuan. Hal inilah kemudian yang menjadikan banyak orang malas berurusan dengan MLM dan investasi.

Padahal, tentu tak semuanya begitu. Namun karena kesalahan beberapa oknum yang mengesampingkan identitas dari MLM untuk meraup keuntunganlah yang menjadikan MLM dan investasi menjadi bisnis yang bias dengan penipuan. Salah satu korbannya adalah qnet ora umum penipuan yang seringdisebut-sebut oleh banyak orang yang mungkin awam dengan bisnisnya.

Sistem dari bisnis yang tidak diperdalam ini,kemudian menjadikannya sebagai mlm qnet penipuan. Padahal hal tersebut sama sekali tidak benar.

Sebenarnya, dari pemaknaan sendiri MLM dan investasi ini tidak dapat disamakan. Karena keduanya jelas sangat berbeda. Untuk memperjelas perbedaan di antara keduanya kita kupas salah satunya, yaitu MLM.

MLM adalah sebuah metode atau cara penjualan suatu barang dengan menggunakan jaringan berjenjang. Misalnya, saya memiliki sebuah produk produk A, penjualan normal pada suatu produk A adalah saya jual dan Anda beli, bila Anda membeli produk A tersebut maka saya dapat keuntungan.

Apa jadinya bila Anda ingin menjual produk A yang Anda beli dari saya kepada orang lain? Jelas, Ada harus menjual produk A tersebut lebih mahal dari pembelian Anda atau Anda bisa meminta diskon agar bisa tetap mendapat keuntungan dengan menjual dengan harga penjualan pertama, betul?

Namun, bagaimana begini: Anda membeli produk A dari saya, saya menginformasikan bahwa dengan Anda menjualnya kembali kepada orang lain Anda akan mendapatkan keuntungan,yang keuntungan tersebut bukan say yang memberi, tapi perusahaan pembuat produk A? Dan ketika Anda menjual produk, bukan hanya Anda yang mendapat keuntungan, tapi saya juga yang telah mengenalkan Anda dengan produk produk A tersebut secara langsung mendapatkan keuntungan.

Itulah skema dasar dari penjualan berjenjang atau bertingkat, yakni pada setiap produk yang Anda beli atau jual sebenarnya sudah diperhitungkan keuntungan bagi penjualnya, sampai kepada mereka yang memberikan referensi. Keuntungan tersebut kemudian makin banyak ketika terjadi transaksi saat Anda mereferensikan produk tersebut kepada orang lain, kemudian orang tersebut mereferensikan produk kepada orang lainnya, dan orang lainnya pun kemudian mereferensikannya kepada yang lain, sampai pada titik tidak ada lagi yang diikat dengan referensi.

Ketika Anda menjual produk, maka baik orang yang memberikan referensi kepada Anda, pun orang yang memberikannya referensi juga mendapatkan keuntungan. Dan tentunya ketika orang lain Anda tawarkan untuk menjual di situlah Anda akan mendapatkan keuntungan yang sama. Dalam multi level marketing dikenal dengan jaringan atau level kedalaman.

Lalu apa hubungannya dengan penipuan? Karena seperti telah dijelaskan di atas, bahwa perusahaan memang telah memperhitungkan keuntungannya dalam produk A yang Anda jual, tentunya keuntungan dibagi-bagi tidak ada masalah bukan?

Dengan metode bisnis MLM, sebenarnya perusahaan bukannya menghambur-hamburkan uang dengan membagi-bagi keuntungan kepada para penjualnya, melainkan ini merupakan salah satu mengurangi biaya marketing yang mungkin Anda tahu sangat tinggi sekali sehingga denga metode bisnis berjenjang ini, biaya tersebut dapat terpangkas untuk kemudian dialihkan sebagai keuntungan bagi anggota.